Artikel

daftar artikel


Pasang Histats.Com Counter di Blog Anda

Histats.com Counter merupakan statistik web gratis yang profesional.
Mengapa Histats?



  1. 100% gratis / real time / password protected / unlimited
  2. jelas dan data yang relevan / grafik
  3. rincian online users, 20.000 baris log. arsip, statistik terbatas bahkan dengan tracker tersembunyi
  4. kontrol privasi lengkap atas setiap halaman statistik
  5. data selalu cache pada RAM, penghitung load dalam 0,003 detik
Trus gimana caranya memasang Histats?
  • Anda hanya tinggal mendaftarkan website anda di Histats.com, klik disini, nanti anda isi url web/blog anda dan ada pilihan bahasa untuk counter, trus klik register
  • Isi data pada bagian Create New Account, trus klik continue
  • Anda isi data lagi pada bagian Additional Information (informasi tambahan, karena ini hanya informasi tambahan, ga terisi lengkap pun tidak apa-apa), untuk zona waktu biasanya otomatis terisi, jangan lupa centang pada kotak 'I have read and agree publisher agreement terms', lalu klik save
  • Nah pada bagian control panel nanti ada pemberitahuan 'REGISTRATION DONE ! please check your mailbox!', bahwa anda sudah melakukan registrasi, langsung cek email  
  • setelah anda menerima email dari histats, klik link yang ada disitu, seperti ini
 setelah  diklik nanti ada tulisan seperti ini: your account is now active, please login now and start using histats.com! jadi akun anda telah aktif dan anda bisa langsung login dengan klik www.histats.com yang ada tepat dibawah tulisan tadi.
  • login dengan email dan password yang  didaftarkan tadi


  • klik add a website seperti gambar di bawah ini:
  •  Isi form- form yang tersedia
    • site url       : isi dengan url blog / website sobat.. dengan format www.namablog.blogspot.com [misalnya www.didikandweta.blogspot.com atau www.didikweta.com (website)]
    • title            : isi dengan judul blog
    • description : deskripsi blog
    • Page views start value: jumlah page views awal
    • visitor start value: jumlah visitor awal
    • time zone : aturlah format wakunya
    • type : tipe blog / websote
    • category: termasuk jenis apa/ kategori apa blog/ wesbsite sobat 
    •  language: bahasa untuk histats
    • caphtcha isi kode capchta yang muncul
    • stats visibility: biarkan saja seperti itu 
    • Klik Continue  
  •  lalu klik stats, seperti gambar ini
 
  • klik Counter code
  • klik Add new counter
    ;
  • lalu pilih kategori style widget histats yang tersedia, 

  • pilih dan klik salah satu style widget histats yang teman- teman suka, contoh seperti ini:
 














  • lalu akan muncul gambar seperti ini, jangan lupa ! centang dulu kotak-kotak kecil seperti gambar dibawah, lalu klik save 
 
 
  • lalu klik counter yang kita buat tadi, seperti ini:


  • nanti otomatis akan muncul code counter di halaman paling bawah ( yang standar ) seperti ini:

  • copy kode di atas lalu login ke akun blogspot anda, pada halaman dashboard klik Tata letak atau rancangan >> add gadget >> HTML/Javascript. Paste kode tadi, , lalu simpan, atur tata letaknya di elemen laman lalu klik   dan lihat hasilnya

Selamat mencoba
 =================================================

Sejarah Indramayu

Kabupaten Indramayu yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan wilayah darat 20.006,4 km2 merupakan wilayah yang cukup luas. Sumberdaya alamnya dari laut, sawah, dan hutan. Secara historis, selama ini Indramayu menyatakan diri memiliki akar sejarah dari Jawa Tengah (Bagelen) melalui tokoh Arya Wiralodra. Dalam beberapa sumber, ada yang menyebut tokoh ini utusan Demak (abad ke-16), ada pula yang menyebut Mataram (abad ke-17). Akar sejarah itulah yang menjadikan Indramayu bukanlah wilayah Sunda, meskipun berada di Jawa Barat yang mayoritas dihuni suku Sunda dan berbahasa Sunda. Meski demikian, perkembangan selanjutnya menunjukkan Indramayu juga tidak serupa dengan realitas sosio-kultur Jawa Tengah. Ada semacam sosio-kultur tersendiri yang “bukan Jawa” dan “bukan pula Sunda”. Bagi orang Indramayu, menyebut orang Jawa Tengah adalah “wong wetan”, sedangkan orang Pasundan adalah “wong gunung”. Sosio-kultur Indramayu itu menunjukkan karakter yang sebangun dengan Cirebon
Selengkapnya....

==========================================================

 

PETA KECAMATAN SE-KABUPATEN INDRAMAYU

                                                
  ANJATAN






ARAHAN





BALONGAN





BANGODUA





BONGAS





CANTIGI





CIKEDUNG




GABUSWETAN




GANTAR




HAURGEULIS




INDRAMAYU




JATIBARANG




JUNTINYUAT



KANDANGHAUR




KARANGAMPEL




KEDOKANBUNDER




KERTASEMAYA




KERANGKENG




KROYA




LELEA




LOHBENER




LOSARANG




PASEKAN




PATROL




SINDANG




SLIYEG



SUKAGUMIWANG




SUKRA




TRISI



TUKDANA



WIDASARI

 

 ======================================

Unik ... Ngarot - Tes Perawan Ala Indramayu

Ngarot merupakan upacara adat, sekaligus ajang mencari jodoh bagi masyarakat Indramayu Jawa Barat. Upacara tersebut biasanya digelar pada setiap bulan Desember. Saat upacara digelar, para gadis dan pemuda berpakaian unik, sambil pawai mengelilingi desa.

Akan tetapi, jangan coba-coba kaum janda /duda, gadis tak perawan atau pemuda tak perjaka ikutan Ngarot. Konon, bila nekat mengikuti akan kena tulah, berupa aib yang memalukan. Sumpeh lo ?

Upacara Ngarot memang hanya terdapat Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Tradisi yang rutin digelar saban tahun tersebut terbilang unik. Sebagian masyarakat disana mempercayai bila Ngarot merupakan saat penting bagi para remaja untuk mendapatkan pasangan hidup. Jodoh yang didapat dari ritual Ngarot, dipercaya dapat membuat kekal pasangan suami istri.

Maka, tak heran bila setiap upacara digelar, banyak pemuda dan pemudi turut serta dan pada akhirnya sebagian peserta selalu pulang dengan wajah cerah dan hati berbunga-bunga.

Pada mulanya, upacara Ngarot dirintis oleh kuwu (kepala desa) pertama Lelea yang bernama Canggara Wirena, tahun 1686. Awalnya, upacara tersebut bukan diperuntukkan sebagai "pesta mencari jodoh" seperti yang terjadi sekarang. Ngarot yang menurut bahasa Sunda berarti minum, merupakan arena pesta minum-minum dan makan-makan di kantor desa sebelum para petani mengawali menggarap sawah. Tradisi itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bercocok tanam.

Kuwu Canggara Wirena sengaja mengadakan pesta Ngarot sebagai ungkapan rasa syukur kepada tetua kampung bernama Ki Buyut Kapol, yang telah rela memberikan sebidang sawah seluas 26.100 m2. Sawah tersebut digunakan para petani untuk berlatih cara mengolah padi yang baik. Demikian pula bagi kaum wanitanya, sawah digunakan sebagai tempat belajar bekerja seperti tandur, ngarambet (menyiangi), panen padi, atau memberi konsumsi kepada para jejaka yang sedang berlatih mengolah sawah itu.

Dulu, upacara Ngarot bukanlah sarana mencari jodoh, melainkan arena pembelajaran bagi para pemuda agar pintar dalam ilmu pertanian. Akan tetapi perkembangannya, upacara Ngarot berkembang menjadi ajang mencari jodoh atau pasangan hidup.

Sejak dulu, upacara yang hanya boleh diikuti para perjaka dan perawan. Upacara dimulai jam 8.30 dengan berkumpulnya para muda-mudi berpakaian warna warni di halaman rumah Kuwu. Mereka dengan wajah penuh keceriaan berduyun-duyun menuju halaman rumah Pak Kuwu. Pakaian mereka indah-indah, dilengkapi aksesoris gemerlap, seperti kalung, gelang, giwang, bros, peniti emas, dan hiasan rambut. Untuk memikat hati para jejaka, para gadis selalu mengenakan kacamata dan kepalanya penuh ditaburi bunga warna-warni seperti kenanga, melati, mawar dan kantil.

Upacara Ngarot ditandai dengan pawai arak-arakan sejumlah gadis dan perjaka desa. Para gadis berbusana kebaya yang didominasi warna merah, berkain batik, berselendang, dan rambut kepala dihias rangkaian bunga. Mereka lantas berjalan mengelilingi kampung. Sementara para jejaka tingting mengenakan baju pangsi warna kuning dan celana gombrang warna hitam, lengkap dengan ikat kepala, mengikuti di barisan belakang.

Seusai pesta pawai, semua peserta Ngarot masuk aula balai desa. Sambil duduk berhadap-hadapan dan ditonton orang banyak, mereka dihibur dengan seni tradi¬sional tari Ronggeng Ketuk yang dimainkan penari wanita degan pasangan pria. Menurut warga, seni Ronggeng Ketuk dimaksudkan untuk ngabibita (menggoda) agar para jejaka dan gadis saling berpandang-pandangan, untuk selanjutnya saling jatuh cinta.

Ketika para jejaka dan perawan bergembira ria, tidak halnya dengan kaum janda, duda dan remaja yang kehilangan keperawanan dan keperjakaannya. Pesta Ngarot merupakan upacara yang paling dihindari. Sebab bila mereka coba-coba menjadi peserta, bukan hanya aib yang bakal diterima, tapi juga malapetaka. Konon, jika seorang gadis tak perawan nekat mengikuti pawai arak-arakan Ngarot, maka bunga melati yang terselip di rambutnya, dengan sendirinya akan layu. Bila hal itu terjadi, maka si gadis akan mendapat aib karena sudah kehilangan kehormatan diri.

Tuah negatif untuk kaum janda berlaku pada saat berlangsung acara pokok Ngarot. Yakni ketika acara saling tatap mata dengan para jejaka. Wajah janda atau gadis tapi sudah tak perawan, meskipun sebelumnya berwajah cantik, tiba-tiba menjadi buruk rupa. Otomatis ia tidak akan mendapatkan pasangan. Bahkan yang lebih menakutkan, jika janda dan gadis tak perawan tadi nekat mengikuti upacara Ngarot, ia tak akan mendapat jodoh seumur hidup. Bagi kaum duda dan pemuda tak perjaka pun berlaku hal serupa.

Menurut warga di sana, sejak tahun 1990-an hingga sekarang, hampir 80 persen peserta Ngarot berhasil mendapatkan pasangan hidup menjalin rumah tangga dengan rukun. Namun belakangan, peserta Ngarot mulai menyusut. Anak remaja di Desa Lelea, kini sudah mulai enggan mengikuti pawai Ngarot. Entah apa penyebabnya. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan jodoh yang masih "asli", orang-orang tua di Indramayu menyarankan agar memilih peserta Ngarot.

(wartanews.com)

======================================================

Download disini  :